Analisis Kenyamanan Termal Berdasarkan Temperature Humidity Index yang Dipengaruhi Oleh Curah Hujan di Kota Balikpapan
DOI:
https://doi.org/10.30872/keky8402Keywords:
Curah Hujan, Indeks Tingkat Kenyamanan, Kenyamanan TermalAbstract
Kenyamanan Termal merupakan salah satu unsur kenyamanan yang penting dalam suatu daerah, karena menyangkut kondisi suhu lingkungan yang nyaman. Seperti diketahui, manusia merasakan panas atau dingin merupakan wujud dari sensor perasa kulit terhadap suhu di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase tingkat kenyamanan termal di Kota Balikpapan serta mengetahui apakah curah hujan berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan yang terjadi pada lima titik kajian kecamatan. Tingkat kenyamanan dinilai menggunakan metode Temperature Humidity Index (THI) yang dihitung dari data suhu udara dan kelembaban relatif harian periode 2010–2020 yang bersumber dari Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan serta data reanalysis ECMWF ERA5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata THI di Kota Balikpapan masih berada dalam kategori nyaman, dengan persentase 95% (345 hari per tahun) kategori nyaman dan 5% (20 hari per tahun) kategori sebagian nyaman. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang (r = 0,370–0,478) antara curah hujan dan THI pada seluruh lima titik kajian, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kelembaban relatif pasca-hujan cenderung lebih dominan dibandingkan penurunan suhu udara yang menyertainya, sehingga peningkatan curah hujan umumnya diikuti oleh sedikit kenaikan nilai THI.
Downloads
References
[1] Ajeng, N.D., Mega, U., & Ariyaningsih. (2018). Pola Sebaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik di Kota Balikpapan Berdasarkan Jenis dan Karakteristiknya. Institut Teknologi Kalimantan.
[2] Wati, T., & Fatkhuroyan, F. (2017). Analisis Tingkat Kenyamanan Di DKI Jakarta Berdasarkan Indeks THI (Temperature Humidity Index). Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 57–63.
[3] Peel, M.C., Finlayson, B.L., & McMahon, T.A. (2007). Updated World Map of the Köppen-Geiger Climate Classification. Hydrology and Earth System Sciences, 11(5), 1633–1644.
[4] Hamidy, A. N., Sudarti, S., & Yushardi, Y. (2021). Analisis Perubahan Suhu Lingkungan Terhadap Kenyamanan Masyarakat Di Desa Sumber Tengah. Jurnal Pembelajaran Fisika, 10(2), 70.
[5] Istiningrum, D. T., Arumintia W.S, R. L., Mukhlisin, M., & Rochadi, M. T. (2010). Kajian Kenyamanan Termal Ruang Kuliah Pada Gedung Sekolah C Lantai 2 Politeknik Negeri Semarang. Wahana Teknik Sipil, 22(1), 1–16.
[6] Hasanah, N.A.I., Maryetnowati, D., Edelweis, F.N., Indriyani, F., & Nugrahayu, Q. (2020). The Climate Comfort Assessment for Tourism Purposes in Borobudur Temple, Indonesia. Heliyon, 6(12), e05828.
[7] Barung, F.M., Pattipelohy, W.J., & Virgianto, R.H. (2019). Kenyamanan Termal Klimatologis Kota-Kota Besar Di Pulau Sulawesi Berdasarkan Temperature Humidity Index (THI). Jurnal Saintika UNPAD, 1(2).
[8] Hersbach, H., Bell, B., Berrisford, P., Hirahara, S., Horányi, A., Muñoz-Sabater, J., et al. (2020). The ERA5 Global Reanalysis. Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society, 146(730), 1999–2049.
[9] Acero, J.A., Kestel, P., Dang, H.T., & Norford, L.K. (2024). Impact of Rainfall on Air Temperature, Humidity and Thermal Comfort in Tropical Urban Parks. Urban Climate, 56, 102051.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 GEOSAINS KUTAI BASIN

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.