Interpretasi Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Menggunakan Data Global Gravity Model Plus (GGMPlus)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30872/yczbfm06

Keywords:

Metode Gravitasi, Panas Bumi, Struktur Bawah Permukaan

Abstract

Manifestasi panas bumi merupakan gejala di permukaan yang menjadi ciri adanya energi panas bumi yang muncul ke permukaan karena adanya struktur geologi. Salah satu manifestasi panas bumi ditemukan di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam penelitian ini, digunakan metode gravitasi dengan data Global Gravity Model Plus (GGMPLUS) tahun 2022 sebanyak 3 lintasan untuk mengetahui struktur, litologi dan sistem panas bumi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa di daerah penelitian terdapat indikasi adanya struktur berupa rekahan dan sesar normal/turun berarah barat laut ke tenggara. Nilai anomali gravitasi yang diperoleh bervariasi yaitu antara -10,7 mGal sampai 35,5 mGal. Jenis litologi yang diperoleh antara lain, andesit dengan rata-rata nilai densitas yaitu 2,4 gr/cm3 hingga 2,8 gr/cm3, basal dengan rata-rata nilai densitas yaitu 3,3 gr/cm3, lempung dengan rata-rata nilai densitas yaitu 1,63 gr/cm3 hingga 2,6 gr/cm3, serta granit dengan rata-rata nilai densitas yaitu 2 gr/cm3 hingga 2,81 gr/cm3. Sumber sistem panas buminya masuk ke dalam jenis sistem panas bumi vulkanik yang tidak aktif, karena bukan berasal dari magma cair gunung api Kuarter, melainkan sisa magma dari gunung api Tersier yang berada di kedalaman ≥ 2500 m dan keberadaannya dikontrol oleh aktivitas sesar aktif Palu Koro. Dengan adanya studi ini maka pengembangan pemanfaatan panas bumi dapat terus berkelanjutan guna mendukung upaya pemanfaatan dan pengelolaan panas bumi yang ada di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. Zarkasyi and N. M. Nurdin, “Survei Magnetotelurik dan TDEM Daerah Panas Bumi Kadidia – Kadidia Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah,” Pros. Has. Kegiat. Pus. Sumber Daya Geol. No. 9, 2014.

[2] B. Sudrajad, “Analisis Deskriptif Perbandingan Data Sekunder Gravitasi GGMPlus Terhadap Data Gravitasi Lapangan Panas Bumi Gunung Lawu dan Data Gravitasi Stasiun Referensi (Gravity Base Station) di Pulau Papua,” J. Fis. Papua, Vol. 2, No. 1, pp. 25–34, 2023.

[3] I. Purwaningsih, K. N. Aziz, and R. Fitrianingtyas, “Identifikasi Patahan dan Struktur Bawah Permukaan Kawasan Potensi Panas Bumi Rawa Dano Provinsi Banten Menggunakan Data Gravitasi GGMPlus,” Vol. 6, 2023.

[4] Jamaluddin, Maria, H. Ryka, and R. S. Afifah, “Pemodelan Geologi Bawah Permukaan Bantar Karet Jawa Barat Menggunakan Metode Gravitasi,” J. Geocelebes, Vol. 3, No. 2, pp. 59–65, 2019, doi: 10.20956/geocelebes.v3i2.6689.

[5] T. O. Simandjuntak, Surono, J. B. Supandjono, and B. Geologi, “Peta Geologi Lembar Poso, Sulawesi,” Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, Indonesia, 1997.

[6] A. Basid, N. Andrini, and S. Arfiyaningsih, “Pendugaan Reservoir Sistem Panas Bumi dengan Menggunakan Survey Geolistrik, Resistivitas dan Self Potensial (Studi Kasus: Daerah Manifestasi Panas Bumi di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep),” J. Neutrino, Vol. 7, No. 1, pp. 57–70, 2014.

[7] S. Ilmi, U. Harmoko, and Sugeng Widada, “Interpretasi Bawah Permukaan Sistem Panas Bumi Diwak dan Derekan Berdasarkan Data Gravitasi,” Youngster Phys. J., Vol. 3, No. 2, pp. 3–8, 2014.

[8] R. Arafat, D. F. Yudiantoro, and W. Joni, “Analisis Ketebalan Batuan Penudung Sistem Panas Bumi Non-Vulkanik Berdasarkan Metode Magnetotellurik,” J. Mine Mag., Vol. 1, No. 2, 2020, [Online]. Available: https://ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/MineMag/article/view/448

[9] W. M. Telford, L. P. Geldart, and R. E. Sheriff, Applied Geophysics. New York: Cambridge University Press, 1990.

[10] H. Maulidah, A. Realita, and T. Prastowo, “Identifikasi Sesar Grindulu dengan Memanfaatkan Metode Gravitasi,” J. Inov. Fis. Indones., Vol. 11, No. 02, pp. 20–27, 2022, doi: 10.26740/ifi.v11n02.p20-27.

[11] M. Zuhdi, M. Taufik, S. Ayub, Wahyudi, and M. Makhrus, Pengantar Geofisika. Mataram: Einstein College, 2021.

[12] F. K. A. Anggraeni, “Pemisahan Anomali Regional dan Residual Data Gravitasi Gunung Semeru Jawa Timur,” J. Fis. Unand, Vol. 10, No. 4, pp. 421–427, 2021, Doi: 10.25077/jfu.10.4.421-427.2021.

[13] M. Hardianza, A. I. Hadi, and H. Zakariya, “Identifikasi Batuan Reservoir Panas Bumi di Daerah Tambang Sawah, Lebong Provinsi Bengkulu menggunakan Data Gravitasi Satelit GGMPlus dengan Inversi 2D,” Vol. 14, No. 2, pp. 177–183, 2025.

[14] M. Ridha and Darminto, “Analisis Densitas, Porositas, dan Struktur Mikro Batu Apung Lombok dengan Variasi Lokasi Menggunakan Metode Archimedes dan Software Image-J,” J. Fis. dan Apl., Vol. 12, No. 3, pp. 124–130, 2016.

[15] I. Setiadi and A. W. Pratama, “Pola Struktur dan Konfigurasi Geologi Bawah Permukaan Cekungan Jawa Barat Utara Berdasarkan Analisis Gaya Berat,” J. Geol. dan Sumberd. Miner., Vol. 19, No. 2, pp. 59–72, 2018.

[16] C. A. N. Bujung, “Studi Densitas Lineament dan Pola Aliran Permukaan Daerah Manifestasi Geotermal di Sekitar Danau Tondano,” J. Fista Fis. dan Ter., Vol. 1, No. 1, pp. 1–5, 2020.

Downloads

Published

15-02-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Interpretasi Bawah Permukaan Daerah Potensi Panas Bumi Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Menggunakan Data Global Gravity Model Plus (GGMPlus). (2026). GEOSAINS KUTAI BASIN, 9(1), 1-11. https://doi.org/10.30872/yczbfm06

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >>