Estimasi Jumlah Penduduk Kota Samarinda Berdasarkan Jenis Kelamin Menggunakan Model Malthus dan Model Verhulst
DOI:
https://doi.org/10.30872/xmbney35Keywords:
estimasi penduduk, model Malthus, model Verhulst, Kota SamarindaAbstract
Estimasi jumlah penduduk menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan pembangunan wilayah. Peningkatan jumlah penduduk yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai masalah seperti tidak meratanya fasilitas umum dan kebutuhan dasar lainnya. Kota Samarinda, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan peningkatan jumlah penduduk berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam penelitian ini, dilakukan estimasi jumlah penduduk Kota Samarinda berdasarkan jenis kelamin menggunakan dua model matematika yaitu Model Malthus dan Model Verhulst. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi estimasi jumlah penduduk menggunakan kedua model tersebut, menghitung nilai galat estimasi, dan membandingkan akurasi keduanya. Data yang digunakan berupa jumlah penduduk Kota Samarinda berdasarkan jenis kelamin tahun 2013–2023. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dengan analisis data secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Malthus memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Model Verhulst. Hal itu dikarenakan model tersebut memiliki nilai MAPE terkecil dan berdasarkan grafik pada Model Malthus paling mendekati dengan grafik jumlah penduduk hasil proyeksi BPS. Model Malthus cenderung lebih sesuai digunakan dalam estimasi populasi di Kota Samarinda.
References
[1] Rozikin, N., Sarjana, K., Arjudin, A., Hikmah, N. (2021). Aplikasi Persamaan Diferensial Dalam Mengestimasi Jumlah Penduduk dengan Menggunakan Model Eksponensial dan Logistik. Griya Journal of Mathematics Education and Application, 1(1), 44–55.
[2] Rochaida, E. (2016). Dampak Pertumbuhan Penduduk Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Keluarga Sejahtera Di Provinsi Kalimantan Timur. Forum Ekonomi, 18(1), 14–24
[3] Indraswari, R. R., Yuhan, R. J. (2017). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penundaan Kelahiran Anak Pertama Di Wilayah Perdesaan Indonesia: Analisis Data Sdki 2012. Jurnal Kependudukan Indonesia, 12(1), 1.
[4] Mardiyah, I., Utami, W. D., Candra, D., Novitasari, R., Sulistiyawati, D. (2021). Analisis Prediksi Jumlah Penduduk di Kota Pasuruan Menggunakan Metode Arima. Jurnal Ilmu Matematika Dan Terapan, 15(3), 525– 534.
[5] Pandu, Y. K. (2020). Prediksi Penduduk Kabupaten Alor dengan Menggunakan Model Pertumbuhan Logistik pada Beberapa Tahun Mendatang. Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika, 2(1), 71–81.
[6] Malthus, T. R., Winch, D. (1992). Malthus: An Essay on the Principle of Population. Cambridge: Cambridge University Press.
[7] Mondol, H., Mallick, U. K., Biswas, M. H. A. (2018). Mathematical modeling and predicting the current trends of human population growth in Bangladesh. Advances in Modelling and Analysis, 55(2), 62–69.
[8] Wei, H., Jiang, Y., Zhang, Y. (2015). A review of two population growth models and an analysis of factors affecting the Chinese population growth. Asian Journal of Economic Modelling, 3(1), 8– 20.
[9] Anggreini, D. (2020). Penerapan Model Populasi Kontinu pada Perhitungan Proyeksi Penduduk di Indonesia (Studi Kasus: Provinsi Jawa Timur). E-Jurnal Matematika, 9(4), 229–239.
[10] Manafe, R., Br Ginting, K. (2019). Analisis Model Verhults Kaitannya Dengan Ketersediaan Dokter Umum Di Kabupaten Tts. J-Icon, 7(1), 9–16.
[11] Rosiyanti, R. (2022). Aplikasi model Pertumbuhan Logistik DalamMenentukan Proyeksi Penduduk Di Kabupaten Banyumas. Perwira Journal of Science & Engineering, 2(2), 25–31.
[12] Nurmadhani, N., Faisol, F. (2022). Penerapan Model Pertumbuhan Logistik Dalam Memproyeksikan Jumlah Penduduk di Kabupaten Sumenep. Jurnal Edukasi Dan Sains Matematika (JES-MAT), 8(2), 145–156.
[13] Pratiwi, C. D. (2020). Aplikasi Persamaan Diferensial Model Populasi Logistik untuk Mengestimasi Penduduk di Kota Balikpapan. AdMathEdu, 10(1), 63–76.
[14] Pandu, Y. K. (2020). Prediksi Penduduk Kabupaten Alor Dengan Menggunakan Model Pertumbuhan Logistik Pada Beberapa Tahun Mendatang. Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika, 2(1), 71–81.
[15] Anggreini, D. (2018). Penerapan Persamaan Diferensial Verhulst dalam Menentukan Proyeksi Penduduk di Kabupaten Tulungagung. Jurnal Fourier, 7(2), 87– 102.
[16] Putri, W. (2015). Perbandingan Model Malthus Dan Model Verhulst Untuk Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2000 - 2014. Jurnal Matematika UNAND, 4(1), 1.