Pemodelan dan Estimasi Potensi Batubara menggunakan Inverse Distance Weighting (IDW) berdasarkan Data Geologi Permukaan dan Pemboran di Daerah Batang Gangsal, Riau

Authors

  • Rizki Satria Rachman Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi
  • Sigit Arso Wibisono Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

DOI:

https://doi.org/10.30872/kge58654

Keywords:

Pemodelan, Total Inventori, Batubara, Inverse Distance Weighting (IDW), Batang Gangsal

Abstract

Batubara tetap menjadi sumber energi primer penting, meskipun pergeseran kebijakan energi nasional menuju energi baru terbarukan telah menurunkan pemanfaatannya. Data potensi batubara di Provinsi Riau, termasuk daerah Batang Gansal, masih terbatas dan jarang diperbarui melalui pemodelan tiga dimensi, sehingga kajian ini relevan untuk melengkapi basis data sumber daya batubara nasional yang cenderung stagnan. Penelitian ini memodelkan dan mengestimasi potensi batubara di daerah Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW), berdasarkan pemetaan geologi permukaan, pengeboran eksplorasi, analisis laboratorium, dan pemodelan tiga dimensi. Batubara dijumpai pada Formasi Lakat (Bekasap) berumur Oligosen–Miosen Awal, dengan ketebalan lapisan 0,14–2,07 m pada tujuh seam (A–G), di mana Seam A memiliki sebaran dan ketebalan terbesar. Pemodelan IDW (power = 2, radius = 3.000 m, isotropik) menghasilkan block model dan solid model sebagai dasar estimasi volume dan tonase batubara. Berdasarkan SNI 5015:2019, total potensi batubara mencapai 35,14 juta ton (20,35 juta tereka, 8,67 juta tertunjuk, 6,12 juta terukur), dengan nilai kalori 1.668–7.289 kal/g adb. Hasil ini menegaskan potensi batubara Batang Gansal yang signifikan serta menunjukkan bahwa integrasi data permukaan dan bawah permukaan melalui pemodelan IDW merupakan pendekatan efektif untuk evaluasi sumber daya batubara, sekaligus menjadi acuan awal bagi industri dan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas eksplorasi dan pengelolaan sumber daya di Riau.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Rizki Satria Rachman, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

    Kelompok Kerja Batubara, Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara dan Panas Bumi

  • Sigit Arso Wibisono, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

    Kelompok Kerja Batubara, Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi

References

[1] Arnold, B. J. (2023). Coal formation. Dalam: The coal handbook. 2 penyunt. s.l.:Woodhead Publishing, pp. 3-21.

[2] ASTM International (2018). ASTM D4239-18e1 - Standard Test Method for Sulfur in the Analysis Sample of Coal and Coke Using High-Temperature Tube Furnace Combustion. Pennsylvania: ASTM International.

[3] ASTM International (2019). ASTM D5865/D5865M-19 - Standard Test Method for Gross Calorific Value of Coal and Coke. Pennsylvania: ASTM International.

[4] ASTM International (2021). ASTM D5373-21 - Standard Test Methods for Determination of Carbon, Hydrogen and Nitrogen in Analysis Samples of Coal and Carbon in Analysis Samples of Coal and Coke. Pennsylvania: ASTM International.

[5] ASTM International (2024). ASTM D2013/D2013M-24 - Standard Practice for Preparing Coal Samples for Analysis. Pennsylvania: ASTM International.

[6] ASTM International (2024). ASTM D7582-24 - Standard Test Methods for Proximate Analysis of Coal and Coke by Macro Thermogravimetric Analysis. Pennsylvania: ASTM International.

[7] Badan Standardisasi Nasional (2019). Standar Nasional Indonesia 5015:2019 - Pedoman Pelaporan Hasil Eksplorasi, Sumber Daya dan Cadangan Batubara (SNI 5015:2019), Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

[8] Barber, A. J., Crow, M. J. & Milsom, J. (2005). Sumatra: Geology, Resources and Tectonic Evolution. Bath: The Geological Society London.

[9] Burrough, P. A. & McDonnell, R. A. (1998). Principle of Geographic Information Systems. Oxford: Oxford University Press.

[10] Chiles, J. P. & Delfiner, P. (2012). Geostatistics: modeling spatial uncertainty. New Jersey: John Wiley & Sons.

[11] Cui, M. et al. (2025). Study on Spatial Interpolation Methods for High Precision 3D Geological Modeling of Coal Mining Faces. Applied Sciences, 15(6), pp. 1-24.

[12] Davis, G. H., Reynolds, S. J. & Kluth, C. F. (2011). Structural Geology of Rocks and Regions. Danvers: John Wiley & Sons.

[13] Diessel, C. F. (2012). Coal-bearing depositional systems. Berlin: Springer Science & Business Media.

[14] Eubank, R. T. & Makki, A. C. (1981). Structural Geology of the Central Sumatra Back-Arc Basin. 10th Annual Convention Proceedings Indonesian Petroleum Association, pp. 153-196.

[15] Fikri, H. N. et al. (2024). Variasi Blok Model pada Pemodelan Seam Batubara Model Block Variations In Coal Seam Modelling. Jurnal GEOSAPTA, 10(1), pp. 47-52.

[16] Friederich, M. C. & Leeuwen, T. v. (2017). A review of the history of coal exploration, discovery and production in Indonesia: the interplay of legal framework, coal geology and exploration strategy. International Journal of Coal Geology, Volume 178, pp. 56-73.

[17] Goovaerts, P. (1997). Geostatistics for natural resources evaluation. New York: Oxford university press.

[18] Hasjanah, K. (2024). Coal Domination in Indonesia, What are the Opportunities for Sustainable Energy?. [Online]

Available at: https://iesr.or.id/en/coal-domination-in-indonesia-what-are-the-opportunities-for-sustainable-energy/

[Diakses 26 November 2025].

[19] Heryanto, R. (2006). Perbandingan karakteristik lingkungan pengendapan, batuan sumber, dan diagenesis Formasi Lakat di lereng timur laut dengan Formasi Talangakar di tenggara Pegunungan Tigapuluh, Jambi. Jurnal Geologi Indonesia, 1(4), pp. 173-184.

[20] Hibatulloh, M. F., Kuncoro, B. & Harjanto, A. (2022). Geologi dan Karakteristik Geometri Lapisan Batubara di Daerah Bunati, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Geosains dan Teknologi, 5(1), pp. 26-41.

[21] Huda, A. K. N. A. (2023). Transisi Energi di Indonesia: Overview & Challenges. Buletin Pertamina Energy Institute, 9(2), pp. 49-61.

[22] Isaaks, E. H. & Srivastava, R. M. (1989). Applied Geostatistics. New York: Oxford University Press.

[23] Johnston, K., Hoef, J. M. V., Krivoruchko, K. & Lucas, N. (2001). Using ArcGIS geostatistical analyst. 380 penyunt. Redlands: Esri.

[24] Journel, A. G. & Huijbregts, C. H. J. (1978). Mining geostatistics. Breau De Recherches Geologiques Et Miners. London: France Academic Pres Harcout Brace & Company.

[25] Kaufmann, O. & Martin, T. (2008). 3D geological modelling from boreholes, cross-sections and geological maps, application over former natural gas storages in coal mines. Computers & Geosciences, Volume 34, p. 278–290.

[26] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2025). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 228.K/MB.03/MEM.G/2025 tentang Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batubara Nasional Tahun 2025, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

[27] Li, J. & Heap, A. D. (2008). A Review of Spatial Interpolation Methods for Environmental Scientists. Canberra: Geoscience Australia.

[28] Liu, F. et al. (2023). Price Estimation of Coal Seam and Its Application in the Optimization of the Mining Sequence: A Case Study. ACS omega, 8(29), pp. 26079-26087.

[29] Maxwell, K. (2020). Review of the spatial interpolation techniques used for estimating economic coal properties. Australian Institute of Geoscientists - AIG Notebook, Volume 1, pp. 1-6.

[30] Mitas, L. & Mitasova, H. (1999). Spatial interpolation. Geographical information systems: principles, techniques, management and applications, 1(2), pp. 481-492.

[31] Permana, D., Kurniawan, D. S., Awad, H. M. & Pratama, R. Y. (2025). Pemodelan Cadangan Batubara Berdasarkan Penentuan Batterblock di Sanga Desa, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sumber Daya Geologi, 20(1), pp. 57-73.

[32] Purnomo, H. (2018). Aplikasi Metode Interpolasi Inverse Distance Weighting dalam Penaksiran Sumberdaya Laterit Nikel. Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi, Angkasa, 10(1), pp. 49-60.

[33] Suherman, I. (2009). Identifikasi Peluang Pengembangan mineral dan Batubara (Studi Kasus di Provinsi Riau). ng Pengembangan Mineral dan Batubara, 5(4), pp. 171-182.

[34] Su, H. et al. (2023). The Method and Practice of Constructing 3D Geological Model from Coalfield Exploration 2D Maps. International Journal of Geosciences, Volume 14, pp. 635-654.

[35] Suwarna, N., T.Buhitrisna, Santosa, S. & Mangga, S. A. (1994). Peta geologi lembar Rengat, Sumatera, Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

[36] Thomas, L. (2013). Coal Geology. Second Edition penyunt. Oxford: Wiley-Blackwell.

[37] van-Gorsel, J. T. (2013). Bibliography of the geology of Indonesia and surrounding areas. s.l.:s.n.

[38] Wackernagel, H. (2003). Multivariate geostatistics: an introduction with applications. Fontainebleau: Springer Science & Business Media.

[39] Wahyuni, S., Supriyanto & Djayus (2019). Estimasi Sebaran Kualitas Batubara (Ash Content) Menggunakan metode Invers Distance Weighted (IDW) dan Ordinary Kriging (OK) di PT. Kayan Putra Utama Coal Site Separi, Kalimantan Timur. Jurnal Geosains Kutai Basin, 2(1), pp. 1-6.

[40] Wang, Z. et al. (2023). Three-Dimensional Geological Modeling of Coal Reservoirs and Analysis of Sensitivity Factors for Combined Mining Capacity. Processes, 11(12), pp. 1-20.

[41] Zhao, S. & Alexandroff, A., (2019). Current and future struggles to eliminate coal. Energy Policy, Volume 129, pp. 511-520.

Published

10-08-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pemodelan dan Estimasi Potensi Batubara menggunakan Inverse Distance Weighting (IDW) berdasarkan Data Geologi Permukaan dan Pemboran di Daerah Batang Gangsal, Riau. (2026). GEOSAINS KUTAI BASIN, 9(2), 1-15. https://doi.org/10.30872/kge58654