IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA KUCING DI KAMPUS UNIVERSITAS MULAWARMAN DAN SEKITAR PASAR SEGIRI, SAMARINDA

Authors

  • Ridah Nur Hikmah Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242
  • Nurul Hikmah Komarul Azzahra Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242
  • Adhimas Prayoga Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242
  • Afifah Zahrotul Jannah Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242
  • Febry Rahmadhani Hasibuan Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242
  • Sus Trimurti Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242

DOI:

https://doi.org/10.30872/pkvbtx85

Keywords:

Ektoparasit, Ctenocephalides felis, Felis catus, infeksi, universitas mulawarman

Abstract

Ektoparasit adalah parasit yang hidup di permukaan luar tubuh kucing dan bergantung pada inangnya untuk bertahan hidup. Infestasi ektoparasit pada kucing dapat mengurangi kualitas bulu, menyebabkan kerontokan bulu, dan mengakibatkan penurunan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit yang menginfeksi kucing (Felis catus) di kampus Universitas Mulawarman dan sekitar Pasar Segiri, Samarinda. Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan mengamati kondisi kulit dan bulu kucing, sementara pengumpulan ektoparasit, seperti kutu, dilakukan secara manual dengan menyisir seluruh bagian tubuh kucing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infestasi ektoparasit pada kucing di sekitar kampus Universitas Mulawarman dan Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur mencapai 100% dengan jenis ektoparasit yang teridentifikasi adalah larva Ctenocephalides felis. Infeksi ektoparasit lebih umum terjadi pada kucing betina dibandingkan kucing jantan, hal ini terkait dengan pergerakan kucing betina yang terbatas, terutama saat hamil. Selain itu, perawatan dan kebersihan kucing yang kurang diperhatikan dapat memicu perkembangan parasit eksternal. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk upaya pengendalian dan pencegahan infestasi parasit eksternal pada kucing, terutama di kampus Universitas Mulawarman dan sekitar Pasar Segiri.

References

Abdilah, N. A., Girinurani, M. F., Setiawan, U., & Susilo, H. (2024). Infestasi pinjal, kutu dan caplak ektoparasit pada kucing kampung (Felis catus Linnaeus, 1758 ). Jurnal Sains dan Teknologi, 13(3), 476-486.

Akhir, P., Tamangapa, T. P. A., & Makassar, K. (2021). Identifikasi ektoparasit dan endoparasit pada tikus di tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa Kota Makassar. Hasanuddin Journal Of Public Health, 2(1), 32–41

Arifa, L. F., Pima, E., & Tambunan. (2022). Identifikasi dan prevalensi ektoparasit pada sapi di Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Medika Udayana, 11(11), 56-61.

Azahra, S., & Anggrieni, N. (2024). Gambaran Ctenocephalides felis di kucing penyebab Dipylidiasis pada manusia. Borneo Journal of Science and Mathematics Education, 4(1), 67–74.

Bashofi, A. S., Soviana, S., & Ridwan, Y. (2015). Infestasi pinjal dan infeksi Dipylidium caninum (Linnaeus) pada kucing liar di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor, Kecamatan Dramaga. Jurnal Entomologi Indonesia, 12(2), 108–114.

Daesusi, R., Riest, A., Arimurti, R., & Fahrzi, G. (2022). Status terinfeksi ektoparasit pada Kucing Kampung (Felissilvestris catus) Liar Di Desa Waru Barat Kota Pamekasan. Jurnal Pedago Biologi, 10(1), 252–257.

Dewi, M., Tuju, F., & Ngazizah, F. N. (2024). Head lice: Pediculus humanus capitis (insecta: Phthiraptera (Anoplura): Pediculidae). Prosiding Seminar Nasional Biologi, 3, 56–61.

Gunawan, L., Indarjulianto, S., Nurcahyo, R. W., & Prastowo, J. (2024). Infestasi ektoparasit pada pasien kucing yang memiliki masalah kulit di klinik hewan lilipoet Yogyakarta. Jurnal Sain Veteriner, 42(2), 169–177.

Lestari, E., Ningsih, D. P., Penelitian, B., Banjarnegara, K., & Kesehatan, B. L. (2020). Hubungan infestasi Ctenocephalides felis dan Xenopsylla cheopis dengan perawatan kucing rumah (Felis catus) di Kabupaten Banjarnegara. BALABA, 16(2), 123-134.

Nassya, P., Islamy, A., Topik, M. M. (2025). Pedikulosis kapitis disertai ektima pada seorang perempuan usia 17 tahun. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 3(3), 76–84.

Nugraha, I. W. S. H., Putriningsih, P. A. S., & Batan, I. W. (2022). Laporan kasus: ankilostomiosis pada kucing lokal mix persia. Buletin Veteriner Udayana, 158, 90.

Rachmawati, K., Koesdarto, S., Hamid, I. S., & Permatasari, D. A. (2022). Identification of ectoparasites and gastrointestinal tract endoparasites in stray cats at Traditional Market of Bojonegoro City. Journal of Parasite Science, 6(2), 46–49.

Ramadhaniah, S., Azhari, H., & Sresta, A. (2023). Gambaran kutu rambut pediculus humanus capitis pada anak Sekolah Dasar 010 di Kecamatan Palaran. Borneo Journal of Science and Mathematics Education, 3(2), 93–104.

Siagian, T. B. & Hadi, I. S. (2023). Prevalensi ektoparasit pada kucing di klinik hewan winadivet Malang. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 11(2), 70–74.

Wahyuni, S. (2025). Status infestasi ektoparasit pada kucing (Felis domestica) di Kelurahan Sasa, Ternate Selatan. Cannarium (Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian), 23(1), 26–30.

Widhowati, D., Sasmita, R., Astuti Mussa, O. R. P., & Benu, H. A. (2020). Infeksi endoparasit pada kucing domestik (Felis Domesticus) di Pasar Tradisional Kecamatan Sawahan Kota Surabaya. VITEK : Bidang Kedokteran Hewan, 9, 38–43.

Yanti, I., Purwanti, N. L. L., Ningtyas, N. S. I., Atma, C. D.. (2024). Deteksi ektoparasit pada Kucing Kampung (Felis silventris catus) di Pasar Tradisional Kota Mataram. Mandalika Veterinary Journal, 4(1), 8–14.

Downloads

Published

2025-12-03

How to Cite

IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA KUCING DI KAMPUS UNIVERSITAS MULAWARMAN DAN SEKITAR PASAR SEGIRI, SAMARINDA. (2025). BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi, 17(2), 1-6. https://doi.org/10.30872/pkvbtx85