KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG (Odonata spp.) DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MANGOLO SEKITAR BUMI PERKEMAHAN KEA-KEA DESA ULUNGGOLAKA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA

Authors

  • Amirullah Amirullah Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Jalan H.E.A. Mokodompit, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia – 93561
  • Suriana Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Jalan H.E.A. Mokodompit, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia – 93561
  • Isna Ariska Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Jalan H.E.A. Mokodompit, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia – 93561
  • Annisa Nurul Ilmi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jalan Barong Tongkok, Gunung Kelua, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia – 75242

DOI:

https://doi.org/10.30872/vekp1s15

Keywords:

Taman Wista Alam Mangolo, Keanekaragaman, Kemerataan, Dominansi, Capung Odonata spp.

Abstract

Capung (Odonata spp.) merupakan kelompok serangga yang melimpah di Indonesia, berpotensi digunakan sebagai bioindikator keseimbangan ekosistem karena sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi jenis capung di kawasan Taman Wisata Alam Mangolo sekitar Bumi Perkemahan Kea-Kea. Penelitian dilakukan menggunakan teknik observasi lapangan melalui penjelajahan di sekitar aliran sungai dan area hutan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), indeks kemerataan (E’), dan indeks dominansi (D’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 jenis capung. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di sekitar aliran sungai sebesar 1,14, sedangkan di area hutan sebesar 0,88; kedua nilai tersebut tergolong dalam kategori keanekaragaman rendah (H’ ≤ 2). Indeks kemerataan (E’) di sekitar aliran sungai sebesar 0,48 dan di area hutan sebesar 0,45,  menunjukkan bahwa komunitas capung pada kedua habitat tergolong komunitas tertekan (0 < E’ ≤ 0,5). Nilai indeks dominansi (D’) capung di sekitar aliran sungai sebesar 0,46 dan termasuk dalam kategori dominansi rendah (0 < D’ ≤ 0,5), sedangkan di area hutan nilai indeks dominansi sebesar 0,62 dan tergolong dalam kategori dominansi sedang (0,5 < D’ ≤ 0,75). Perbedaan nilai indeks tersebut menunjukkan bahwa kondisi habitat berpengaruh terhadap struktur komunitas capung, terutama terkait ketersediaan air dan karakteristik lingkungan perairan.

Author Biographies

  • Amirullah Amirullah, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Jalan H.E.A. Mokodompit, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia – 93561

    Biologi, FMIPA, Universitas Halu Oleo

  • Suriana, Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Jalan H.E.A. Mokodompit, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia – 93561

    Biologi, FMIPA, Universitas Halu Oleo

References

Andriani, B., & Faizah, U. (2025). Biodiversitas Capung sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Kawasan Wisata Air Terjun Dlundung, Mojokerto. Sains Dan Matematika, 10(1), 16–22. https://doi.org/10.26740/sainsmat.v10n1.p16-22.

Ansori, I. (2008). Keanekaragaman Nimfa Odonata (Dragonflies) Di Beberapa Persawahan Sekitar Bandung Jawa Barat. Jurnal Exacta, 6(2), 42–52.

Bariroh, A., Azzahra, A. F., Afyna, D. A., Ani, F. N. Q., Wardah, N., Fardhani, I., & Akhsani, F. (2025). Keanekaragaman Capung sebagai Bioindikator Air di Joyosuko, Tombro, dan Bedengan. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi, 5(2), 153–165. https://doi.org/10.24252/filogeni.v5i2.57130

Benke, A. C., & Wallace, J. B. (1980). Trophic basis of production among net‐spinning caddisflies in a southern Appalachian stream. Ecology, 61(1), 108–118.

Borror, D. J., Brotowijoyo, M. J., Johnson, N. F., Partowijoyo, S., & Triplehorn, C. A. (1992). Pengenalan pelajaran serangga. Gadjah Mada University Press.

Corbet, P. S. (1999). Dragonflies: behaviour and ecology of Odonata.

Dharmawan, A., & Ibrohim, H. (2005). Ekologi hewan. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang.

di Kabupaten Kolaka, M. (2023). Analisis Stakeholder dalam Pengembangan Wisata Alam Kea-Kea.

Dolný, A., Harabiš, F., Bárta, D., Lhota, S., & Drozd, P. (2012). Aquatic insects indicate terrestrial habitat degradation: changes in taxonomical structure and functional diversity of dragonflies in tropical rainforest of East Kalimantan. Tropical Zoology, 25(3), 141–157.

Hanum, S. O., & Salmah, S. (2013). Jenis-jenis capung (odonata) di kawasan taman satwa kandi kota sawahlunto, sumatera barat. Jurnal Biologi UNAND, 2(1).

Hendriyanti, R. W. (2018). Keanekaragaman Jenis Capung (Odonata) di Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin Kabupaten Batang Hari Sebagai Penuntun Praktikum Mata Kuliah Entomologi. JURNAL KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG (ODONATA) DI TAMAN HUTAN RAYA SULTAN THAHA SYAIFUDDIN KABUPATEN BATANG HARI SEBAGAI PENUNTUN PRAKTIKUM MATA KULIAH ENTOMOLOGI.

Indra Putra, I. L., & Putri, W. A. (2023). Keanekaragaman Jenis Capung (Hexapoda: Odonata) Di Sekitar Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 10(1), 84. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p09

Iswandaru, D. (2018). DIVERSITY OF DRAGONFLIES (Odonata) IN SWAMP ECOSYSTEM UNIVERSITY OF LAMPUNG. Jurnal Agriculture, 2(1), 101–109.

Kalkman, V. J., Clausnitzer, V., Dijkstra, K.-D. B., Orr, A. G., Paulson, D. R., & Van Tol, J. (2008). Global diversity of dragonflies (Odonata) in freshwater. Hydrobiologia, 595(1), 351–363.

Kandibane, M., Raguraman, S., & Ganapathy, N. (2005). Relative abundance and diversity of Odonata in an irrigated rice field of Madurai, Tamil Nadu. ZOOS’PRINT JOURNAL, 20(11), 2051–2052.

Kedawung, K., Subchan, W., & Prihatin, J. (2013). KEANEKARAGAMAN SERANGGA TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM MILL.) DI AREA PERTANIAN DESA SAPIKEREP-SUKAPURA PROBOLINGGO DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BUKU PANDUAN LAPANG SERANGGA. Pancaran Pendidikan, 2(4), 142–155.

Koneri, R., Nangoy, M., & Maabuat, P. V. (2020). Composition and Diversity of Dragonflies (Insecta: Odonata) in Tunan Waterfall Area, North Minahasa, North Sulawesi, Indonesia. Pakistan Journal of Zoology, 52(6). https://doi.org/10.17582/journal.pjz/20181214071225

Kurnia, I., Lantang, M. A. G., Prayogo, E., Rijal, M. F., & Ferdian, M. H. (2023). Keanekaragaman Jenis Capung (Ordo Odonata) di Bendungan Katulampa dan Sekitarnya, Kota Bogor, Jawa Barat. Biosfer : Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 8(2), 123–135. https://doi.org/10.23969/biosfer.v8i2.7623

Orr, A. G. (2005). Dragonflies of peninsular Malaysia and Singapore. Sabah: Natural History Publications (Borneo), 2005.

Orr, A., Theischinger, G., & Hawking, J. (2021). The complete field guide to dragonflies of Australia. Csiro Publishing.

Pratiwi, D. A. (2024). Keanekaragaman Capung (Odonata) sebagai Bioindikator Kualitas Air di Kawasan Air Terjun Biroro Desa Bonto Lerung Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa [Universitas Hasanuddin].

https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/38733/

Rachman, H. T., & Rohman, A. (2016). Dragonflies diversity (Odonata) in Menoreh Karst Central Java–Yogyakarta. International Journal of Advances in Agricultural and Environmental Engineering, 3(2), 0–4.

Rahadi, W. S., Feriwibisono, B., Nugrahani, M. P., Dalia, B. P. I., & Makitan, T. (2013). Naga terbang Wendit: keanekaragaman capung perairan Wendit, Malang, Jawa Timur. Indonesia Dragonfly Society.

Samways, M. J. (2008). Dragonflies and damselflies of South Africa (Issue 70). Pensoft Publishers.

Siregar, A. Z. (2016). Keanekaragaman Dan Konservasi Status Capung Di Kampus Hijau Unversitas Sumatera Utara, Medan-Indonesia. Jurnal Online Pertanian Tropik, 3(1), 25–30.

Strong, D. R., Lawton, J. H., & Southwood, S. R. (1984). Insects on plants. Community patterns and mechanisms.

Sugiman, U., Romdhoni, H., Putera, A. K. S., Robo, R. J., Oktavia, F., & Raffiudin, R. (2019). Perilaku bertelur dan pemilihan habitat bertelur oleh capung jarum Pseudagrion pruinosum (Burmeister) (Odonata: Coenagrionidae). Jurnal Entomologi Indonesia, 16(1), 29. https://doi.org/10.5994/jei.16.1.29

Sumarni, S. (2018). Keanekaragaman Jenis Capung (Odonata) Di Desa Nibung Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. PIPER, 14(26). https://doi.org/10.51826/piper.v14i26.131

Suriana, A., & DA, H. (2014). Inventarisasi Capung (Odonata) di Sekitar Sungai dan Rawa Moramo, Desa Sumber Sari Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Jurnal Biowallacea, 1(1), 49–62.

Susanti, S. (1998). Mengenal capung. (No Title).

Theresia, C., Ritaningrum, A. I., Devara, G., Kusuma, W. R., Sartono, N., & Djamahar, R. (2021). Kelimpahan capung di sepanjang Danau Kenanga hingga Kebun Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Proceeding of Biology Education, 4(1), 109–119. https://doi.org/10.21009/pbe.4-1.10

Downloads

Published

2025-12-06

How to Cite

KEANEKARAGAMAN JENIS CAPUNG (Odonata spp.) DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MANGOLO SEKITAR BUMI PERKEMAHAN KEA-KEA DESA ULUNGGOLAKA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA. (2025). BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi, 17(2). https://doi.org/10.30872/vekp1s15