KOMUNITAS AVIFAUNA DI AREA PERSAWAHAN KELURAHAN WARU, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

Authors

  • Syindy Tri Wulandari Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242
  • Dijan Sunar Rukmi Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242
  • Mukhlis Mukhlis Jurusan Biologi, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl.Barong Tongkok Gn. Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur - 75242

DOI:

https://doi.org/10.30872/abkf9r45

Keywords:

Avifauna, fase pertumbuhan, komposisi, komunitas, sawah

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah perubahan komunitas burung pada lima fase pertumbuhan padi  dengan mengamati komposisi berdasarkan tipe makanan, tingkat keanekaragaman, kemerataan, dominansi, serta kesamaan jenis. Kegiatan dilaksanakan selama ±4 bulan di area persawahan Kelurahan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, menggunakan metode titik hitung (point count) pada 12 titik pengamatan yang telah ditentukan. Sebanyak 33 jenis burung dari 9 ordo dan 18 famili berhasil dicatat. Setiap fase menunjukkan komposisi yang berbeda; sejumlah spesies hadir di seluruh fase, sedangkan lainnya hanya muncul pada tahap tertentu. Keanekaragaman dan kemerataan jenis burung tertinggi ditemukan pada fase vegetatif dengan nilai H’ = 2.288 dan E = 0,711, sedangkan nilai kesamaan jenis tertinggi terjadi antara fase pengolahan tanah dan fase vegetatif dengan nilai kesamaan sebesar 37,64%. Kerak kerbau (Acridotheres javanicus) menjadi spesies dengan frekuensi perjumpaan paling tinggi. Berdasarkan tipe pakan, karnivor dan karnivor-insektivor mendominasi fase awal pertumbuhan, omnivor mendominasi fase pascapanen, sedangkan insektivor dan granivor meningkat pada fase pematangan. Empat spesies tercatat dilindungi (PerMen LHK 2018), satu masuk Apendiks II CITES, serta masing-masing satu berstatus endangered, vulnerable, dan near threatened menurut IUCN. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas burung di persawahan berubah secara jelas mengikuti fase pertumbuhan padi.

References

Bibby, C. D., Neil, B., & David, H. (2000). Bird Census Technique. London: Academic Press.

Burung Indonesia. (2024). Status Burung di Indonesia. https://www.burung.org/. Diakses pada 15 Februari 2024.

CITES (Convention on International Trade In Endangered Species of Wild Fauna And Flora). (2024). The CITES Appendices. https://cites.org/eng/app/index.php. Diakses pada 10 Juni 2024.

Humami, D. W., Sujono, P. A. W., Muzaki, F. K., Fadhlilah, A. P., Drianto, E., & Lestari, Y. I. (2022). Diversity and feeding guild of birds alonh gradient of revegetated area in karst ecosystem; a case study from rembang, central java. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 14 (3):373-382.

IUCN (International Union for Conservation of Nature). (2023). The IUCN Red List Categories and Criteria. https://www.iucnredlist.org/. Diakses pada 25 Mei 2024.

Jayasimhan, C. S. & Padmanabhan, P. (2019). Diversity and temporal variation of the bird community in paddy fields of Kadhiramangalam, Tamil Nadu, India. Journal of Threatened Taxa, 11(10), 14279-14291.

Jurati, J., Ade, F. Y., & Dahlia, D. (2015). Jenis-jenis burung (aves) di persawahan Desa Pasir Baru Kabupaten Rokan Hulu Riau. Jurnal Mahasiswa Prodi Biologi UPP, 1(1) 1-4.

Kamal, S., Mahdi, N., & Senja, N. (2015). Keanekaragaman jenis burung pada perkebunan kopi di Kecamatan Bener Kelipah Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Biotik: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan, 1(2), 73-79.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. https://ksdae.menlhk.go.id/assets/news/peraturan/P.20_Jenis_TSL.pdf. Diakses pada 10 Juni 2024.

MacKinnon, J., Phillipps, Karen & van Balen, B. (2010). Seri Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor: LIPI.

Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Putri, M., Fithri, A. F., & Siregar, Z. (2023). Bird diversity in paddy field habitats during the paddy ripening phase (Oryza sativa L.) Jurong Peujeura Village, Aceh Besar Regency, Indonesia. The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research, 8(1), 43-50.

Sumual, M. M., & Langoy, M. (2017). Biodiversitas burung di Areal persawahan Desa Lelema Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal MIPA, 6(2), 59-61.

Tamar, I. M., Baskoro, K., Hadi, M., & Rahadian, R. (2020). Keanekaragaman dan kelimpahan jenis burung di pusat restorasi mangrove mojo Kabupaten Pemalang. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 22(2), 121-129.

Wilbard A, N. & Samora M, A. (2013). Bird species composition and diversity in habitats with different disturbance histories at Kilombero Wetland, Tanzania. Open Journal of Ecology, 3(7), 482-488.

Downloads

Published

2025-12-03

How to Cite

KOMUNITAS AVIFAUNA DI AREA PERSAWAHAN KELURAHAN WARU, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA. (2025). BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi, 17(2), 7-18. https://doi.org/10.30872/abkf9r45