PENGARUH EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI BAHAN SALEP TERHADAP PERCEPATAN PENUTUPAN LUKA SAYAT, KADAR HIDROKSIPROLIN DAN TOTAL DNA MENCIT (Mus musculus L.)

Authors

  • Wa Naimah Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl. Barong Tongkok No 4, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia – 75242
  • Retno Aryani Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl. Barong Tongkok No 4, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia – 75242
  • Rudy Agung Nugroho Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl. Barong Tongkok No 4, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia – 75242

DOI:

https://doi.org/10.30872/c2br7242

Keywords:

DNA, hidroksiprolin, Mus musculus, Nephelium lappaceum, penyembuhan luka

Abstract

Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin. Kandungan metabolit sekunder tersebut dapat membantu pembentukan kolagen sehingga mempercepat penyembuhan luka. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol daun rambutan sebagai bahan salep dengan parameter terhadap persentase penutupan luka sayat, kadar hidroksiprolin, dan kandungan total DNA pada mencit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 kelompok, yang terdiri dari 2 kelompok kontrol (K+: Povidone Iodine 10% dan K-: Tanpa Perlakuan) dan 3 kelompok perlakuan (P1: Salep ekstrak daun rambutan 5%, P2: Salep ekstrak daun rambutan 10%, dan P3: Salep ekstrak daun rambutan 15%) dengan 5 kali pengulangan, menggunakan sebanyak 25 ekor mencit jantan. Mencit diberikan luka sayat pada punggungnya dan diberi perlakuan sesuai kelompok selama 16 hari. Pengukuran panjang luka pada mencit dilakukan setiap 2 hari sekali. Pengambilan jaringan kulit mencit dilakukan pada hari ke-11 setelah luka, kemudian jaringan kulit mencit diukur kadar hidroksiprolin dan total DNA-nya. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa salep dengan konsentrasi 15% lebih cepat dalam penyembuhan luka dilihat dari persentase penutupan luka.

References

Agustina, R., Ajeng. D.P., & Nur, A. (2019). Efektivitas Salep Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn) Terhadap Luka Sayat Pada Mencit. Pharmaceutical & Traditional Medicine. 3(2), 8-16.

Ahmad, S.B., Rehman, M.U., Ahmad, S.P., Mudasir, S., & Mir, U.R.M. (2017). Rheum Emodi L (Rhubab) Promotes Wound Healing by Decreasing Inflammatory Markers and Enhancing Accumulation of Biomolecules. Annals of Phytomedicine. An International Journal. 6(2), 2-7.

Akbar A., Gani, B.A., Wahab, I.M., Syahril, E., & Hasbi, E.B. (2022). Perbandingan Penggunaan Daun Sirih (Piper betle L.) dan Povidone Iodine pada Penyembuhan luka. Fakumi Medical. 2(12), 885-892.

Amalia, P.R., Wahid, R.O.TB., & Masdar, H. (2014). Asosiasi Kejadian Stres Psikologi dengan Proses Penyembuhan Luka Operasi Pasien Bedah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 1(1), 1-13.

Aprinaldi, B., Idacahyati, K., & Lestari, T. (2020). Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Rumput Laut Merah (Gracilaria verrucosa) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Jurnal Pharmacopolium. 3(1), 36- 42.

Balqis, U., Masyitha, D., & Febrina, F. (2014). Proses Penyembuhaun Luka Bakar dengan Gerusan Daun Kedondong (Spondias dulcis F.) dan Vaselin pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Secara Histopatologi. Jurnal Medica Veterinaria. 8(1), 9-14.

Bawotong, R.A., De Queljoe, E., & Mpila, D.A. (2020). Uji Efektivitas Salep Ektrak Daun Jarak Pagar (Jatropa curcas L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus). PHARMACON, 9(2), 284-293.

Djumaati, F., Yamlean, Y.V.P., & Lolo, A.W. (2018). Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) dan Uji Aktivitas Antibakterinya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Pharmacon. 7(1), 22-29.

Dwita, L., Vera, L., Aisyah, R., & Retno, T. (2020). Manfaat Ekstrak Etanol Daun Remek Daging (Hemigraphis colorata W. Bull) Terhadap Luka Bakar pada Tikus. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia. 13(1), 32-40.

Eriadi, A., Helmi, A., Zet, R., & Barmitoni. (2015). Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordofolia (Tenore) Steen) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Tikus Putih Jantan. Jurnal Farmasi Higea. 7(2), 162-13.

Fitriani, L., Melisa, Saputra, F., & Zaini, E. (2018). Studi Awal Sediaan Gel Ekstrak Etanol Kayu Angin (Usnea sp.) Untuk Penyembuhan Luka Bakar. Jurnal Sains Farmasi dan Klinis. 5(2), 83-87.

Hermansyah, & Indah, P.P. (2022). Efektivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum Linn.) Asal Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Pada Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi dengan Minyak Jarak. Jurnal Kesehatan Luwu Raya. 9(1), 55-61.

Hestianingrum, R.P., Djarot, S.H., & Purwanti, A.I. (2015). Hubungan Tingkat Kecukupan Protein dengan Lama Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Jurnal Kebidanan. 4(2), 27-31.

Indira, M.F. (2022). Pengaruh Salep Fase Air Ekstrak Ikan Haruan (Channa striata Bloch, 1793) Terhadap Luka Sayat pada Mencit Jantan (Mus musculus Linnaeus, 1758) (Skripsi). Sarjana Sains Bidang Biologi, Universitas Mulawarman.

Ivanalee, S.A., Yudaniyanti, S.I., Yunita, N.M., Triakoso, N., Hamid, S.I., & Saputro, L.A. (2018). Efektivitas Sugar Dressing (100% Gula) dalam Meningkatkan Kepadatan Kolagen pada Proses Penyembuhan Luka Bakar Buatan pada Kulit Tikut Putih (Rattus norvegicus) Jantan. Jurnal Medik Veteriner. 1(3), 134-141.

Lisi, A.K. (2017). Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Metanol Bunga Soyogik (Saurauia bracteosa Dc.). Pharmacon UNSRAT. 6(1), 53-61.

Moniharapon, P.J.M.J. (2016). Identifikasi Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Tauge (Phaseolus radiatus L.). Pharmacon, 5(4), 130-136.

Na'im, M. (2022). Nilai Sun Protection Factor Ekstrak Metanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum) dengan Spektrofotometri. Jurnal Biogenesis. 18(1), 21-32.

Nurmalasari, Y., Nofita, Warganegara E., & Sijabat A. (2020). Perbandingan Air Perasaan Daucus carota L. dengan Povidone Iodine Topikal dalam Penyembuhan Luka Insisi Mencit. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada. 9(2), 673-679.

Pangaribuan, R.X.F., Saibun, S., & Chairul, S. (2016). Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum) With DPPH (1,1-diphenyl-2-picryhidrazyl). Jurnal Atomik. 1(2), 81-85.

Parampasi, N., & Troef, S. (2013). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pepaya dalam Etanol 70% pada Proses Penyembuhan Luka Insisi. Majalah Patologi. 22 (1), 31-36.

Purba, M.R., Tanjung, S.D., & Purba, A.R. (2023). Comparison of Antibacterial Effectiveness of Rambutan Leaf Estrak (Nephelium lappaceum L.) and Tin Leaf Extract (Ficus carica L.) to Streptococcus mutans. Journal of Biomedicine and Translational Research. 6(18), 2976-2979.

Putri, S.T., Khasanah, R.H., Irnameria, D., Farizal, J., & Pudiarifanti, N. (2022). Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum) Sebagai Hemostatis Terhadap Luka Potong pada Mencit Jantan Galur Swiss-Webster. Jurnal Pharmacopoeia. 1 (2), 95-105.

Ratna, Nurul, H.B., & Dwi, R.H.K. (2018). Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Streptococcus mutans. Jurnal Yamasi. 2(2), 1- 7.

Rismana, E., Rosidah, I., Prasetyawan, Y., Olivia, B. & Erna, Y. (2013). Efektivitas Khasiat Pengobatan Luka Bakar Sediaan Gel Mengandung Fraksi Ekstrak Pegangan Berdasarkan Analisis Hidroksiprolin dan Histopatologi pada Kulit Kelinci. Jurnal Kesehat. 41(1), 45-60.

Rumaolat, W. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Tunas- Tunas Riset Kesehatan. 10(2), 93-97.

Sahubawa, L., & Ustadi. (2014). Teknologi Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sidrotullah, M. (2021). Efek Waktu Henti Pendarahan (Bleeding Time) Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) pada Mencit (Mus musculus). Jurnal Syifa Science and Clinical Research. 3(1), 37-44.

Sruthi, D.R & Indira, G. (2016). A Comparative Evaluation of Maseration, Soxhlation and Ultra Sound Ultrasound Assisted Extraction for The Phytocemical Screening of The Leaves of Nephelium lappaceum. L. (Sapindaceae). Jurnal of Oharmacognosy and Phytochemistry. 5(5), 386-389.

Suliska, N., Maryam, S., & Leni, N. (2021). Efek Antihiperglikemia Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lapaceum L.) Pada Mencit Jantan (Swiss Webster) dengan Metode Induksi Glukosa. Jurnal of Medicine and Health. 2 (6), 128-137.

Sumbayak, E.M. (2015). Fibroblas: Struktur dan perannya dalam penyembuhan luka. Jurnal Kedokteran Medik. 21 (57), 1-6.

Sumitro, B.S., Ambariyanto, & Toha, A.H.A. (2020). Epigenetika. Malang: UB Press.

Wintoko, R., & Yadika, N.D. (2020). Manajemen Terkini Perawatan Luka. Jurnal Kedokteran. 4 (4), 183-189.

Zainab. (2020). Monograf Khasiat Kandungan dan Aktivitas Antibakteri pada Ekstrak Daun Kelambu Menjangan (Chromolaena odorata). Pekalongan: NE.

Downloads

Published

2025-12-04

How to Cite

PENGARUH EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI BAHAN SALEP TERHADAP PERCEPATAN PENUTUPAN LUKA SAYAT, KADAR HIDROKSIPROLIN DAN TOTAL DNA MENCIT (Mus musculus L.). (2025). BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi, 17(2), 19-28. https://doi.org/10.30872/c2br7242