Kajian Literatur: Potensi Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Agen Fitoremediasi Merkuri (Hg) pada Air Lindi di Iklim Tropis
Keywords:
air lindi, eceng gondok, fitoremediasi, iklim tropis, merkuriAbstract
Air lindi dari tempat pemrosesan akhir masih menjadi permasalahan serius dalam pengelolaan limbah padat di Indonesia karena mengandung logam berat berbahaya, salah satunya merkuri yang bersifat toksik, persisten, serta beresiko bagi kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem. Berbagai metode pengolahan limbah cair telah dikembangkan, namun sebagian besar membutuhkan biaya tinggi dan teknologi yang sulit diterapkan di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Salah satu alternatif yang dinilai lebih ramah lingkungan adalah fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman air. Kajian literatur ini bertujuan menelaah hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai kemampuan eceng gondok dalam menyerap merkuri dari media cair dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya, seperti intensitas cahaya, pH, suhu, dan lama perendaman. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap penelitian nasional maupun internasional yang relevan, dengan fokus pada efektivitas penurunan konsentrasi merkuri oleh eceng gondok. Hasil telaah menunjukkan bahwa efektivitas penyerapan merkuri oleh eceng gondok bervariasi antara 35% hingga lebih dari 90%, tergantung pada kondisi lingkungan dan perlakuan yang diberikan. Faktor intensitas cahaya berpengaruh terhadap proses fotosintesis dan metabolisme tanaman, sehingga memengaruhi kemampuan akumulasi logam berat, sedangkan pH dan suhu berperan dalam kelarutan ion logam. Lama perendaman juga menjadi faktor penentu keberhasilan fitoremediasi, dengan tren penurunan yang lebih besar seiring bertambahnya waktu kontak. Berdasarkan telaah ini dapat disimpulkan bahwa eceng gondok berpotensi menjadi agen fitoremediasi yang efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk pengolahan air lindi yang terkontaminasi merkuri, khususnya di wilayah tropis. Kajian ini sekaligus memberikan pijakan awal bagi penelitian eksperimental pada kondisi nyata di Tempat Pemrosesan Akhir.