Identifikasi Batas dan Ketebalan Lapisan Lapuk Berdasarkan Data Cutting dan Data Logging (Studi Kasus: PT. Khotai Makmur Insan Abadi)
Keywords:
Cutting, Litologi, Logging, Overburden, PelapukanAbstract
Lapisan lapuk merupakan lapisan yang tidak terkonsolidasi. Lapisan ini umumnya bersifat lembek, butirannya halus, dan tanah jenuh. Lapisan lapuk di dalam industri pertambangan batubara penting untuk diketahui karena lapisan lapuk berpotensi mengakibatkan longsor pada lereng galian tambang. Metode yang dapat digunakan untuk mengetahui ketebalan lapisan lapuk adalah metode pemboran dan metode well logging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis litologi, batas dan ketebalan lapisan lapuk berdasarkan data cutting hasil pemboran dan data logging hasil dari perekaman metode well logging. Analisis berdasarkan data cutting dilakukan dengan menganalisis warna batuan, ukuran butir, tingkat kecerahan, tekstur dan kandungan mineral lainnya yang terdapat dalam cutting, sedangkan pada data logging dilakukan analisis terhadap perubahan bentuk kurva log. Berdasarkan hasil analisis didapatkan lapisan lapuk berupa soil, sand, silt dan mud yang berbatasan langsung dengan lapisan fresh dibawahnya. Berdasarkan data cutting dan data logging, masing-masing litologi pada lapisan lapuk rata-rata memiliki ketebalan 2 hingga 3 meter.