BIOREMEDIASI TANAH MASAM PASCATAMBANG BATUBARA DENGAN TEKNIK BIOSTIMULASI MENGGUNAKAN PUPUK NPK DAN EM4
DOI:
https://doi.org/10.30872/zj9zh388Keywords:
Biostimulasi, NPK, EM4, pascatambang, tanah masamAbstract
Penambangan batubara dengan metode tambang terbuka sering menyebabkan degradasi lingkungan, khususnya pembentukan tanah masam dengan pH rendah dan ketersediaan unsur hara yang terbatas. Kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam upaya revegetasi dan rehabilitasi lahan pascatambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas bioremediasi tanah masam pascatambang batubara melalui teknik biostimulasi menggunakan pupuk NPK dan EM4 (Effective Microorganisms 4). Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol tanpa perlakuan (P0), penambahan pupuk NPK 100 kg/ha (P1), penambahan EM4 5% (v/v) (P2), serta kombinasi pupuk NPK 100 kg/ha dan EM4 5% (v/v) (P3). Parameter yang diamati meliputi pH tanah serta kandungan N-total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biostimulasi memberikan pengaruh nyata terhadap perbaikan sifat kimia tanah setelah 20 hari inkubasi. Perlakuan EM4 tunggal (P2) menghasilkan peningkatan pH tanah tertinggi dari 2,74 menjadi 3,85, sedangkan perlakuan kombinasi NPK dan EM4 (P3) memberikan peningkatan kandungan N-total tertinggi sebesar 0,14%. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik biostimulasi menggunakan NPK dan EM4 berpotensi sebagai pendekatan bioteknologi yang ramah lingkungan dalam rehabilitasi tanah masam pascatambang batubara.
References
Haroun, M., Xie, S., Awadelkareem, W., Wang, J., & Qian, X. (2023). Influence of biofertilizer on heavy metal bioremediation and enzyme activities in the soil to revealing the potential for sustainable soil restoration. Scientific Reports, 13(4), 1-13.
He, S., Zhang, Y., Yang, X., Li, Q., Li, C., Yao, T. (2024). Effects of Microbial Inoculants Combined with Chemical Fertilizer on Growth and Soil Nutrient Dynamics of Timothy (Phleum pratense L.). Agronomy, 14, 1016.
Hindersah, R., & Simarmata, T. (2020). Kontribusi mikroorganisme tanah dalam rehabilitasi lahan terdegradasi. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 22(2), 65-74.
Hindersah, R., Yusuf, A. M., Adhiningtyas, D. I., Herdiyantoro, D., Mulyani, O., Suryatmana, P. (2024). Aplikasi Azotobacter dan Pupuk Kimia Untuk Memperbaiki Hasil Kacang Tanah Pada Inceptisols. Jurnal Agrotek Tropikal, 12(4), 897-906.
Koskey, G., Mburu, S. W., Awino, R., Njeru, E. M., & Maingi, J. M. (2021). Potential Use of Beneficial Microorganisms for Soil Amelioration, Phytopathogen Biocontrol, and Sustainable Crop Production in Smallholder Agroecosystems. Frontiers in Sustainable Food Systems, 5(2), 1-20.
Mafane, D., Ngulube, T., & Mphahlele-Makgwane, M. M. (2025). Anaerobic Bioremediation of Acid Mine Drainage Using Sulphate-Reducing Bacteria: Current Status, Challenges, and Future Directions. Sustainability, 17(8), 1-27.
Nuraini, Y., Handayanto, E., & Mulyani, O. (2019). Peran biostimulasi mikroba dalam meningkatkan kualitas tanah terdegradasi. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 21(1), 1-10.
Nurhayati, H., Widianto, & Prasetyo, B. H. (2020). Rehabilitasi lahan pascatambang berbasis mikroorganisme tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14(2), 89-98.
Pramaditya, D. A. (2022). Karakterisasi Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Pada Lahan Bekas Tambang Batubara Yang Telah Direklamasi. Jurnal Mineral, Energi, dan Lingkungan, 6(2), 28-37.
Simanungkalit, R. D. M., Saraswati, R., & Hastuti, R. D. (2018). Teknologi pupuk hayati dan pengelolaan tanah masam. Bogor: Balai Penelitian Tanah.
Wibowo, T., Yoga, A. A., & Rinandyta, K. (2024). From Extractive Mining to Green Tourism: A Case Study of Open Pit Nam Salu Geosite Through Local Community Development. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 5(3), 246-265.


