KEANEKARAGAMAN SERANGGA ARBOREAL DIKAWASAN KEBUN SAYUR DAN DANAU BUATAN TANJUNG SIDOREJO LEMPAKE SAMARINDA UTARA

Authors

  • Nova Hariani Lab. Ekologi & Sistematika Hewan Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl. Barong Tongkok, Gn. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242, (0541) 749152
  • Umi Zakiah Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl. Barong Tongkok, Gn. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242, (0541) 749152
  • Sus Trimurti Lab. Ekologi & Sistematika Hewan Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Jl. Barong Tongkok, Gn. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242, (0541) 749152

DOI:

https://doi.org/10.30872/ztzxz606

Keywords:

Keanekaragaman, serangga arboreal, kebun sayur, danau buatan, indeks Shannon-Wiener

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman serangga arboreal di Kawasan Kebun Sayur dan Danau Buatan Tanjung Sidorejo Lempake, Samarinda Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari–Maret 2024 menggunakan metode transek dengan jaring serangga (aerial net) pada pagi dan sore hari. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks dominasi Simpson (C), indeks kemerataan (E), dan indeks kesamaan Jaccard (Cj). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Kebun Sayur ditemukan 8 ordo, 31 famili, dan 68 genus serangga arboreal, sedangkan di Kawasan Danau Buatan Tanjung ditemukan 7 ordo, 29 famili, dan 67 genus. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di kebun sayur pada pagi hari sebesar 3,598 dan sore hari 3,240. Di danau buatan, nilai H’ pagi hari 3,577 dan sore hari 3,397. Indeks dominasi di kedua lokasi tergolong rendah (0,037–0,064), menunjukkan tidak ada spesies yang mendominasi. Indeks kemerataan tergolong tinggi (0,873–0,901), menandakan penyebaran individu antarspesies merata. Indeks kesamaan Jaccard antar kedua kawasan hanya 23,704% (rendah), mengindikasikan perbedaan komposisi jenis akibat perbedaan kondisi ekologi dan vegetasi. Kedua kawasan memiliki keanekaragaman serangga arboreal yang tergolong tinggi hingga sedang, dengan dominasi rendah dan kemerataan tinggi. Perbedaan jenis serangga antar lokasi dipengaruhi oleh perbedaan habitat dan ketersediaan pakan.

References

Anonim. (2023). Profil Kelurahan Lempake. https://kel-lempake.samarindakota.go.id/upload/documents/lempake/2023-09/29/daftar-informasi-pelayanan-publik-tahun-2022-NyLGC.pdf (Diakses tanggal 28 Desember 2023, pukul 23.05 WITA)

Badan Pusat Statistik, (2019). Kecamatan Samarinda Utara Dalam Angka Samarinda Utara subdistrict in Figures. Diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Samarinda.

Christoper, A.O. (2020). Comparative Analyses of Diversity and Similarity Indices of West Bank Forest and Block a Forest of the International Institute of Tropical Agriculture (IITA) Ibadan, Oyo State, Nigeria. International Journal of Foresty Research. 4865845 : 1-8

Febriyanti, D., Rosa, E., & Agustrina, R. (2020). Types and daily activities of pollinator in the ornamental and fruit of Liwa Botanical Garden. Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati, 7(2), 32-45.

Gullan, P. J., & Cranston, P. S. (1996). The Insects: An Outline of Entomology. Alden Press.

Hidayat, A. R., Ramadhan, A. M., & Nasrudin. (2022). Keanekaragaman dan Dominansi Serangga di Persawahan di Kecamatan Mangkubumi, Indihiangdan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Jurnal of Applied Agricultural Sciences. 4(22): 48-56.

Maesaroh, S. S., & Supriatna, J. (2021). Kelimpahan serangga pada berbagai jenis tumpang sari kacang kedelai dengan tanaman refugia. Jurnal Agrotek Indonesia, 6(2), 44-48.

Magurran, A. E. (1988). Ecological Diversity and Its Measurement. London: Croom Helm Ltd.

Nuraeni, S. (2020). Perlindungan dan Pengamanan Hutan. Makassar: Fakultas Kehutanan Universitas Hasanudin.

Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar Ekologi (3rd ed.). Gadjah Mada University Press.

Oktaviani, W., Rifanjani, S., & Ardian, H. (2019). Keanekaragaman jenis kupu-kupu (Ordo Lepidoptera) pada ruang terbuka hijau kota Pontianak. Jurnal Hutan Lestari, 7(10), 79-85.

Putri, N. F, E., Bhaskara, M., & Wichaksono, K. P. (2018). Analisis jasa lingkungan di ruang terbuka hijau Kota Malang. Jurnal Produksi Tanaman, 6(9), 2275-2283.

Radho, S. (2019). Keanekaragaman dan kelimpahan komunitas arthropoda permukaan tanah dan kanopi tumbuhan di hutan Taman Wisata Alam Baumata. Jurnal Botripikal Sains, 16(1), 93-105.

Rahman, A., Kartikawati, S.M., Rifanjani, S. (2018). Jenis kupu-kupu dengan berbagai tipe habitat pada kawasan Hutan Lindung Ambarawang Desa Sungai Deras kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari, 6(1). 98-106

Richards, O. W., & Davies, R. G. (1957). Imms’ General Textbook of Entomology (10th ed., Vol. 1). E. P. Dutton and Co.

Semiun, C. G., & Stanis, S. (2016). Kelimpahan dan keanekaragaman arthropoda tanah pada lahan pertanian monokultur dan polikultur di desa Labat Kupang. BioWallacea, 2(2), 154-161.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

KEANEKARAGAMAN SERANGGA ARBOREAL DIKAWASAN KEBUN SAYUR DAN DANAU BUATAN TANJUNG SIDOREJO LEMPAKE SAMARINDA UTARA . (2026). BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi, 18(1), 1-7. https://doi.org/10.30872/ztzxz606