ANALISIS SPASIAL PREVALENSI KETIDAKCUKUPAN KONSUMSI PANGAN DI KALIMANTAN TAHUN 2024 DENGAN PENDEKATAN MORAN’S I SEBAGAI DASAR PENENTUAN WILAYAH PRIORITAS INTERVENSI

Authors

Keywords:

Autokorelasi Spasial, Indeks Moran, Kalimantan, PoU

Abstract

Analisis spasial merupakan sekumpulan metode yang digunakan untuk mengolah dan menginterpretasikan data yang memiliki dimensi geografis. Salah satu metode yang umum digunakan adalah autokorelasi spasial, yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan atau kemiripan nilai suatu variabel antar lokasi. Salah satu alat ukurnya adalah Indeks Moran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (PoU) di tingkat Kabupaten/Kota di Pulau Kalimantan pada tahun 2024 dengan mempertimbangkan aspek spasial wilayah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif, yang mengindikasikan pola pengelompokan (clustering) wilayah dengan karakteristik serupa. Kawasan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Melawi, Bengkayang, Kapuas Hulu, dan Sanggau, teridentifikasi sebagai wilayah dengan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan yang tinggi (29–30%) dan menjadi prioritas utama dalam intervensi kebijakan.

References

Tobler, W. R. (1970). A Computer Movie Simulating Urban Growth in the Detroit Region. Econ Geogr, 46.

Srisantyorini, T., Nabilla, P., Herdiansyah, D., Dihartawan, Fajrini, F., & Suherman. (2022). Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2017-2019. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 18(2).

Simatauw, A., Sediyono, E., & Prasetyo, S. Y. (2019). Autokorelasi Spasial Untuk Analisis Pola Pengawasan Kawasan Lindung Di Kota Ambon Maluku. Jurnal Teknika, 8(1).

Anuraga, G., & Sulistiyawan, E. (2017). Autokorelasi Spasial Untuk Pemetaan Karakteristik Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Pada Kabupaten/Kota Di Jawa Timur. Jurnal Statistika, 5(2).

Igarta, K. R., & Handayani, F. (2020). Analisis Spasial Sektor Pariwisata di Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Borneo Administrator, 16(1).

Utomo, D. L. (2023). Analisis Spatial Autocorrelation pada Kampung Reforma Agraria di Kabupaten Buleleng. Jurnal Pertanahan, 13(2).

Habinuddin, E. (2021). Identifikasi Autokorelasi Spasial Pada Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kota Bandung. Jurnal Sigma-Mu, 13(1).

Yahya, M. G., Utami, I. P., & Ariansyah, S. (2023). Pemodelan Spasial Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Menggunakan Pendekatan Ketahanan Pangan di Indonesia Tahun 2022. Seminar Nasional Official Statistics(1).

Salman, M., Haque, S., Hossain, M. E., Zaman, N., & Hira, F. T. (2023). Pathways toward the sustainable improvement of food security: Adopting the household food insecurity access scale in rural farming households in Bangladesh. Research in Globalization, 7.

Yusnitha, K., Tursina, T., & Irwansyah, M. A. (2019). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Wilayah Prioritas Intervensi Kegiatan Keluarga Berencana dengan Metode AHP-SMART. Jurnal Edukasi Dan Penelitian Informatika (JEPIN), 5(1), 99.

Herdiawan, J. (2021). Dimensi Etis Pemindahan Ibu Kota Negara: Masalah Ketimpangan Sosial Dan Lingkungan Dalam Ruang Perkotaan Menurut David Harvey. Jurnal Dekonstruksi, 3(1), 1-12.

Wuryandari, T., Hoyyi, A., Kusumawardani, D. S., & Rahmawati, D. (2014). Identifikasi Autokorelasi Spasial Pada Jumlah Pengangguran Di Jawa Tengah Menggunakan Indeks Moran. Media Statistika, 1-10.

Septiami, A., Hadijati, M., & Baskara, Z. W. (2024). Analisis Penyebaran Gizi Buruk Pada Balita Di Nusa Tenggara Barat (NTB) Menggunakan Indeks Moran (Moran’s I) Dan Local Indicator Of Spatial Association (LISA). Jurnal Gaussian, 13(2), 462-471.

Hadisti, Z. D., Hayati, M. N., & Fauziyah, M. (2024). Analisis Spasial Persebaran Jumlah Kasus Malaria Di Kalimantan Timur Menggunakan Indeks Moran Dan Local Indicator Of Spatial Autocorrelation. Jurnal Eksponensial, 15, 15-1.

Pfeiffer, D. U., Robinson, T. P., Stevenson, M., Stevens, K. B., Rogers, D. J., & Clements, A. C. (2008). Spatial Analysis in Epidemiology. New York: Oxford University Press.

Lee, J. & Wong, D.W.S. (2001). Statistical Analysis with ArcviewGIS. United Stated of America: John Wiley .

Hikmaulida, N. T., Hayati, N. M., & Wahyuningsih, S. (2020). Analisis Spasial Persebaran dan Pemetaan Kerawanan Daerah Titik Panas di Kalimantan Timur Menggunakan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Progressive Physics Journal, 1(1), 20-28.

Sukarna, Sanusi, W., & Hardiono, H. (2019). Analisis Moran’s I, Geary’s C, dan Getis-Ord G pada Penerapan Jumlah Penderita Kusta di Kabupaten Gowa. Journal of Mathematics, Computations, and Statistics, 151-163.

Kemenkes RI. (2022). Pedoman Nasional Pengendalian Malaria. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Hayati, N.M., Purnamasari, I., & Wahyuningsih, S. (2019). Analysis of Spatial Autocorrelation of Diarrhe Events in East Kalimantan in 2015–2017 Using a Local Indicator of Spatial Autocorrelation. Journal of Physics.

Larasati, M. N., Subiyanto, S., & Sukmono, A. (2017). Analisis Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P2T) Menggunakan Sistem Informasi Geografis Kecamatan Banyumanik Tahun 2016. Jurnal Geodesi Undip, 6(4), 89–97.

Ludwig, J. A. & Reynolds, J. F. (1988). Statistical Ecology. Canada: John Wiley & Sons.

Sugiarti, S. (2018). Karakteristik Tempat Perindukan Nyamuk Anopheles sp. yang Potensial Sebagai Vektor Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran. Jurnal Kesehatan Universitas Lampung.

Downloads

Published

2025-08-20