Analisis Diskriminan untuk Klasifikasi Tingkat Kemiskinan di Perkotaan Menurut Provinsi Berdasarkan Bagian Wilayah di Indonesia Tahun 2022

  • Rico Ariefudin Rico Ariefudin, Muhammad Alfarizzi, Rahmadani, Aslina, Said, Nurliana Machmudah, Esse Aminah, Yuliana Febiyanti, Wasono S. Si., M. Si.
  • Muhammad Alfarizzi Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Rahmadani Rahmadani Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Aslina Aslina Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Said Said Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Nurliana Machmudah Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Esse Aminah Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Yuliana Febiyanti Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Wasono Wasono Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Indonesia

Abstract

Abstrak. Kemiskinan merupakan fenomena yang terjadi hampir di seluruh negara yang sedang berkembang. Kondisi ini menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia sehingga produktivitas dan pendapatan yang diperolehnya rendah. Metode dalam analisis multivariat dengan metode dependensi (hubungan antar variabel yang dapat dibedakan antara variabel terikat dengan variabel bebas) merupakan analisis diskriminan. Analisis diskriminan digunakan untuk mengamati faktor berdasarkan tiga aspek yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di perkotaan berdasarkan bagian wilayah di Indonesia. Faktor indikatornya adalah indeks kedalaman kemiskinan, indeks keparahan kemiskinan, dan Gini ratio. Faktor-faktor tersebut dijadikan dasar penelitian, sehingga dapat dikelompokkan indikator yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di perkotaan Indonesia. Terdapat beberapa kesalahan klasifikasi tingkat kemiskinan pada hasil analisis, namun secara keseluruhan, total data yang dikelompokkan benar adalah 21 dari 34 data dengan proporsi 0,618 atau 61,8%. Hasil analisis diskriminan menunjukkan bahwa ketiga variabel prediktor memiliki koefisien diskriminan yang signifikan pada fungsi diskriminan linier. Namun, nilai absolut koefisien diskriminan untuk variabel indeks keparahan kemiskinan pada fungsi diskriminan linier lebih tinggi dibandingkan dengan variabel indeks kedalaman kemiskinan dan gini ratio. Hal ini menunjukkan bahwa variabel indeks keparahan kemiskinan memiliki kontribusi yang lebih signifikan dalam membedakan atau mengklasifikasikan objek ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda.

References

[1] BPS. (2023). Statistik Indonesia 2022. Badan Pusat Statistik.
[2] BPS Jatim. (2023). Konsep Kemiskinan. Badan Pusat Statistik: Jawa Timur.

[3] Ferezagia, D. V. (2018). Analisis Tingkat Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 1(1), 1-6.
[4] Hendayanti, N. P. N., & Nurhidayati, M. (2021). Klasifikasi Tingkat Keparahan Kemiskinan Provinsi di Indonesia dengan Analisis Diskriminan. Math Educa Journal, 5(1), 14-21.
[5] Mattjik, A. A. (2011). Sidik Peubah Ganda (SAS). IPB PRESS.
[6] Sumadi. (2020). Modul Pengantar SEPAKAT. Kementerian PPN/ Bappenas.
[7] Rumeon, R., Talakua, M.W., Persulessy, E.R. (2022). Penggunaan Analisis Diskriminan Dalam Menentukan Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Maluku Tahun 2015. PARAMETER: Jurnal Matematika, Statistika dan Terapannya, 1(1),15-28.
Published
2023-08-26
How to Cite
ARIEFUDIN, Rico et al. Analisis Diskriminan untuk Klasifikasi Tingkat Kemiskinan di Perkotaan Menurut Provinsi Berdasarkan Bagian Wilayah di Indonesia Tahun 2022. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Statistika, [S.l.], v. 3, n. 01, p. 214-223, aug. 2023. ISSN 2657-232X. Available at: <https://jurnal.fmipa.unmul.ac.id/index.php/SNMSA/article/view/1185>. Date accessed: 20 apr. 2024.